Written by 8:36 pm Uncategorized Views: 1

Demo Hardiknas 2026: Mahasiswa Protes Biaya Kuliah Mahal dan Ketimpangan Anggaran

JAKARTA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Senin (4/5/2026) diwarnai aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti tajam mahalnya biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan adanya ketimpangan alokasi anggaran pendidikan.

Salah satu peserta aksi, Daffa (20), mengungkapkan kegelisahannya terkait beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus meroket. Ia menilai pemerintah lebih memprioritaskan sekolah kedinasan dibandingkan PTN, sehingga mahasiswa umum terpaksa mencari cara ekstrem untuk melunasi biaya pendidikan.

“Jangan sampai anggaran itu habis hanya untuk sekolah kedinasan, sementara mahasiswa PTN harus bayar UKT pakai pinjol (pinjaman online),” tegas Daffa di lokasi aksi. Ia menambahkan bahwa fenomena ini merupakan bentuk diskriminasi anggaran yang memberatkan mahasiswa jalur mandiri.

Senada dengan Daffa, Clarisa (21) menyebut bahwa pendidikan tinggi kini telah bergeser menjadi “barang mewah” yang sulit dijangkau masyarakat kelas menengah ke bawah. Ia mencontohkan tingginya uang pangkal jalur mandiri di sejumlah kampus negeri yang bisa menembus angka Rp50 juta.

“Harusnya di zaman sekarang sudah semakin terbuka, tapi kenyataannya masih sulit dijangkau. Sistem UKT belum mampu menjawab persoalan ketimpangan akses pendidikan di Indonesia,” ujar Clarisa.

Lima Tuntutan Utama
Aksi yang sempat menyebabkan kemacetan di kawasan Tanah Abang ini membawa lima poin tuntutan utama kepada pemerintah:

  1. Evaluasi Anggaran: Mendesak pencabutan alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dana pendidikan dan meminta evaluasi total terhadap program tersebut.
  2. Kesejahteraan Pendidik: Menuntut jaminan kesejahteraan bagi guru dan dosen honorer.
  3. Pemerataan Kualitas: Meminta perbaikan infrastruktur dan akses fasilitas pendidikan yang terjangkau di seluruh daerah.
  4. Keamanan Kampus: Mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dari kekerasan seksual dan bebas dari bias gender dalam kurikulum.
  5. Tolak Komersialisasi: Menolak keras praktik neoliberalisasi pendidikan yang memandang lembaga pendidikan hanya sebagai pabrik penghasil sumber daya manusia (SDM).

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi telah membubarkan diri dengan tertib meski sempat menyisakan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
Close